Quotes Motivasi

Cara Menumbuhkan Kebiasaan Makan Sehat pada Anak: 5 Cara Efektif

Mengetahui apa diet anak Anda, bisa sangat menantang. Suka dan tidak suka mereka dinamis, begitu juga makanan mereka. Itu harus bergizi, sehat, dan menyenangkan pada saat yang bersamaan. Namun belakangan ini, mereka kecanduan junk food dan memasukkan kebiasaan makan yang tidak sehat.

Sangat penting bagi kita untuk mengingat bahwa mereka tidak dilahirkan dengan keinginan untuk pizza dan soda dan sayuran yang tidak disukai. Dorong mereka untuk membuat pilihan yang sehat. Ini dapat menjadi landasan bagi gaya hidup sehat yang akan mereka bawa hingga dewasa. Kiat-kiat ini akan memandu Anda di sepanjang jalan saat Anda menanamkan kebiasaan ini tanpa keributan.

1. Jadwalkan makan bersama keluarga secara teratur

Makan bersama sebagai sebuah keluarga dapat bermanfaat bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sesepuh cenderung mengambil lebih banyak porsi buah dan sayuran dalam keluarga yang makan bersama. Oleh karena itu, mereka cenderung lebih bergizi. Selain itu, anak-anak lebih terbuka untuk mencoba lebih banyak variasi makanan dan tidak terlalu pilih-pilih saat makan bersama keluarga.

Makan bersama juga membantu keluarga untuk saling berkomunikasi. Ini membantu memperkuat ikatan dan membangun hubungan yang lebih baik. Ini mengarah pada harga diri yang lebih baik. Ini menurunkan risiko gangguan makan, depresi, obesitas, dan penyalahgunaan zat. Makan bersama keluarga bisa menjadi cara yang bagus untuk memberi contoh kebiasaan makan dan perilaku sosial yang baik. Membatasi waktu makan untuk jangka waktu yang wajar akan membantu anak-anak tetap fokus selama makan.

Jika Anda tidak menemukan waktu untuk makan bersama dengan anak-anak atau orang tua yang bekerja, Anda dapat mengirim anak Anda ke pusat penitipan anak. Saya mengirim anak-anak saya ke https://www.thegreenelephant.com.au/ selama saya tinggal di Australia, dan mereka membantu saya mengembangkan kebiasaan makan bergizi pada anak-anak saya.

2. Biarkan anak-anak memilih apa yang ada di piring mereka.

Sekali-sekali, biarkan anak-anak memilih menu untuk makan. Ketika mereka memiliki beberapa pendapat dalam hal ini atau membantu menyiapkan makanan, semangat untuk makan meningkat. Hormati preferensi makanan mereka; suka dan tidak suka berkembang pada tahap awal. Dorong mereka untuk mencoba berbagai sayuran dan buah-buahan, meskipun hanya untuk satu gigitan.

Menyajikan berbagai warna dan tekstur dalam makanan mereka akan mendorong mereka untuk mencoba makanan yang berbeda. Tetapi ini harus dilakukan secara perlahan agar tidak membuat anak kewalahan. Jangan berharap mereka makan sebanyak yang Anda lakukan. Hormati isyarat lapar mereka.

3. Jauhkan media dari makanan.

Kebiasaan kita seputar makan memberi kita energi, menghubungkan kita dengan komunitas, dan mendefinisikan siapa kita. Praktik dan kebiasaan yang salah dapat memengaruhi kita secara negatif. penggunaan dari layar adalah pengalih perhatian dan dapat menyebabkan makan berlebihan saat makan. Penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan dalam persentase lemak tubuh pada anak-anak yang telah mengurangi waktu layar mereka saat makan.

Sebagai orang dewasa, Anda harus memberikan contoh yang baik untuk Anda anak-anak di meja makan. Hindari menggunakan ponsel, laptop, tablet, atau bahkan radio Anda. Alih-alih ini, berkomunikasi dengan keluarga Anda. Waktu makan adalah waktu yang penting untuk percakapan keluarga dan berbagi cerita tentang hari Anda. Ini harus dilanjutkan di semua makanan untuk mendapatkan pujian hari ini.

4. Hindari pemberian makan paksa

Tawarkan sebagian kecil makanan. Jika anak Anda menyelesaikannya dan menginginkan lebih, Anda dapat menawarkan bantuan kedua. Ini mengurangi limbah dan akan ramah nafsu makan untuk anak Anda. Jangan paksa memberi makan. Biarkan anak Anda merespons rasa lapar dan kenyang. Jika anak Anda mengabaikan sinyal internal, mereka akan bingung dan tidak tahu kapan harus berhenti makan. Hindari memberikan alternatif untuk bagian makanan yang tidak dimakan anak Anda. Mereka mungkin memiliki nafsu makan yang kecil.

5. Makan perlahan

Makan perlahan adalah salah satu langkah penting dari kebiasaan makan yang sehat. Ini mencegah makan berlebihan dan masalah kesehatan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang cenderung makan perlahan lebih sinkron dengan tubuh dan pikirannya daripada anak-anak yang tidak makan. Makan lebih lambat memuaskan rasa lapar dengan benar. Ini juga membantu dalam pencernaan yang tepat dan metabolisme yang lebih cepat.

Untuk menyimpulkan:

Anak-anak perlu diajarkan kebiasaan makan yang sehat untuk mencegah risiko obesitas. Keluarga harus menghindari penggunaan makanan sebagai sistem penghargaan dan berhenti memberi anak-anak makanan yang tidak sehat ketika mereka berbuat baik.

Rekomendasi Bacaan:-

Beranda Iklan Spanduk YouTube

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Close
Close